Goa Jatijajar
Sumber : http://2.bp.blogspot.com/cXgKMClOWVo/Vm8bLlki1vI/AAAAAAAAAEg/ZhbX8m2wVAA/s1600/goa-jatijajars.jpg
Goa Jatijajar merupakan salah satu wisata yang tidak dalam kawasan wisata air, tetapi bukan berarti disini tidak memiliki sumber air. Goa Jatijajar merupakan situs geologi alami yang berasal dari kapur yang membentuk suatu gua dengan stalagtit dan stalagmite yang memukau karena keindahan yang ada. Stalagtit dan stalagmite yang ada terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang ada diatap gua yang kemudian bereaksi dengan batuan kapur yang ditembusnya, karena disini banyak sekali kapur yang tersedia jadi dikenal juga sebagai gua kapur yang sudah tua sekali. Lokasi Goa Jatijajar Kabupaten Kebumen Jawa Tengah berada di Jl. Jatijajar, Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.
Yang menjadi ciri khas obyek wisata Goa Jatijajar 2017 adalah patung Dinosaurus yang berada di mulut gua, dan dari mulut dinosaurus itu keluar air yang terus mengalir, air yang ada bersumber dari Sungai Mawar dan Sungai Kantil yang berada didalam gua. Air yang ada tidak pernah kering atau habis, dan dijadikan sebagai irigasi guna pengairan sawah disekitar gua. Bahkan foto Goa Jatijajar dengan sistem pengairannya mulai muncul di pencarian dan tidak sedikit netizen yang mulai menggunggah gambar Goa Jatijajar terbaru guna update baik di sosial media maupun blog pribadi.
Asal-usul Goa Jatijajar
Menurut sejarah Goa Jatijajar Jawa Tengah yang ada, lokasi gua pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang bernama Jayamenawi pada tahun 1802. Awalnya petani itu bermaksud untuk merumput di lahan sawahnya yang berada tepat diatas gua, saat mau mengambil rumput tiba-tiba dia jatuh dan terperosok kedalam gua yang ternyata lubang jatuhnya itu adalah ventilasi gua yang letaknya dilangit-langit. Dengan panjang lubang ventilasi 4 meter dengan tinggi gua kurang lebih 24 meter.
Setelah kejadian itu, dia melaporkannya ke pihak Pemerintah setempat. Selang beberapa waktu Bupati Ambal yang waktu itu bertugas, datang untuk meninjau lokasi. Sesampainya disana pandangan beliau tertuju pada dua pohon jati yang sejajar yang terletak ditepi mulut gua. Oleh karena itu gua tersebut diberi nama Goa Jatijajar.
Setelah penemuan itu, pada tahun 1975 keberadaan Goa Jatijajar mulai dikembangkan dan dibangun menjadi sebuah objek wisata dengan batuan CV. AIS Yogyakarta yang dipimpin Saptoto yang merupakan seniman diorama yang sangat terkenal dimasanya membangun Goa Jatijajar sedemikian rupa sehingga menjadi wisata yang kita kenal saat ini. Hal itu tidak terlepas dari peran pemerintah daerah, pada waktu itu berada dibawah pemerintahan Bapak Suparjo Rustam selaku Gubernur Jawa Tengah.
Pengerjaan objek wisata Goa Jatijajar Kebumen memakan lahan yang berada diatasnya maupun disampingnya, kurang lebih 5,5 Ha luas lahan penduduk harus dimusnahkan. Guna kepentingan tersebut, luas lahan yang ada diberikan ganti rugi oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen sehingga pembangunan Goa Jatijajar menjadi lancar sesuai dengan perkiraan yang sudah ditentukan sebelumnya. Gua yang awalnya gelap dan licin kini di pasang lampu listrik dan trap-trap beton untuk pejalan kaki serta dipasangnya patung-patung dan diorama sepanjang gua.
Banyak mitos yang berada di Goa Jatijajar, mitos itu berhubungan dengan sungai yang ada didalam gua. Disini terdapat 7 sungai, tetapi hanya 4 sungai saja yang bisa dicapai dan 3 sungai lainnya tidak dapat dicapai karena terlalu dalam dan jalannya yang tidak memungkinkan untuk kesana. Sungai yang ada ini bernama Sungai Puser Bumi, Sungai Jombor, Sungai Mawar dan Sungai Kantil. Mitos yang ada menyebutkan bahwa Sungai Puser Bumi dan Sungai Jombor, airnya mempunyai khasiat yang bisa digunakan dalam segala tujuan atau urusan menurut kepercayaan yang dianut atau masing-masing orang.
Untuk Sungai Mawar sendiri, bagi yang mandi atau mencuci muka di air ini bisa menjadikan awet muda. Dan untuk Sungai Kantil sendiri, bagi yang mandi atau mencuci muka di air yang ada, segala hajat atau niatan atau cita-cita yang diinginkan bisa tercapai. Banyak yang kesini hanya untuk membuktikan hal tersebut, semua tergantung kita mau percaya atau tidak.
Harga masuk Goa Jatijajar
Untuk menikmati stalagtit dan stalagmite yang ada, tiket masuk Goa Jatijajar adalah Rp. 7.000,00 untuk satu orangnya. Wisata ini mulai dibuka pada pukul 09.00 WIB dan akan ditutup pada pukul 17.00 WIB. Ada berbagai fasilitas yang ada di Goa Jatijajar ini, mulai dari area parkir yang memadai, area bermain bagi anak, tempat ibadah, warung makan yang menyediakan makanan khas Kebumen dan tentunya warung souvenir yang menjajakan kerajinan khas dan makanan khas dari Kabupaten Kebumen. Dan didalamnya terdapat kursi yang melingkar yang biasa digunakan untuk istirahat atau sekedar berfoto dan melihat keunikan diorama yang ada. Untuk penginapan sendiri belum ada yang disekitar lokasi, jika menginginkan untuk bermalam, bisa dipenginapan dekat Pantai Ayah.

Comments
Post a Comment